Keindahan Labuan Cermin, Biduk-Biduk, Berau


Danau Labuan Cermin yang memiliki luas sekitar 1,36 Ha, berada di Kawasan Labuan Cermin dengan total area inti kawasan kurang lebih seluas 46,72 Ha; yang meliputi juga Sungai Asam, Danau Labuan Kelambu, danau alami, hutan bakau dan beberapa pulau kecil.

Danau dengan kedalaman berkisar antara 3 – 15 meter tersebut terletak di Kampung Biduk-biduk, tepatnya di RT 01 yang juga dikenal dengan daerah Labuan Kelambu. Danau ini sangat jernih, tembus pandang hingga ke dasar danau, ibarat kaca/cermin, dan memiliki dua jenis air/rasa, yaitu air tawar dan air asin/laut, keduanya tidak menyatu; air laut berada di bagian bawah dan air tawar berada di bagian atas danau. Keunikan ekosistem danau ini disebabkan karena masih terhubungnya laut dan sungai, pengaruh pasang surut air laut, serta masuknya air tawar ke danau karena tekanan sumber mata air dari sela bebatuan karst atau gamping yang ada di sekeliling danau.

Kawasan Labuan Cermin merupakan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) atau High Conservation Value Area yang memiliki hampir semua kriteria nilai konservasi tinggi (NKT), baik pada aspek NKT keanekaragaman hayati, NKT jasa lingkungan dan NKT sosial budaya.

Berdasarkan survei keanekaragaman hayati yang dilakukan pada kawasan ini hasil kerjasama antara TNC, Dinas Kehutanan Berau dan Lekmalamin ditemukan bahwa kawasan ini memiliki tipe ekosistem hutan hujan dipterokarpa dataran rendah dan ekosistem hutan bakau. Terdapat sedikitnya 22 jenis mamalia, dengan 10 jenis diantaranya merupakan jenis yang dilindungi, 104 jenis burung, dengan 6 jenis endemik, 164 jenis tumbuhan dengan beberapa jenis endemik Kalimantan, 15 jenis ikan dan 13 jenis moluska.

Pada kawasan ini, masyarakat sekitar menggantungkan diri pada pasokan sumber mata air, termasuk sebagai sumber air bagi oleh PDAM Kecamatan Biduk-Biduk; serta keberadaan kayu untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan rumah dan kapal. Kelestarian kawasan hutan penyangga akan menjamin terjaganya debit air danau. Upaya pelestarian Kawasan Labuan Cermin sebagai daerah penyangga Danau Labuan Cermin telah ditunjukkan oleh masyarakat setempat melalui pembentukkan Lembaga Kesejahteraan Masyarakat Labuan Cermin (Lekmalamin) sejak 19 Maret 2003 yang bertujuan untuk menjaga kelestarian Kawasan Labuan Cermin dan mengelola kegiatan wisata yang tidak merusak lingkungan. Lekmalamin dikukuhkan sebagai pengelola kawasan wisata alam Labuan Cermin melalui SK Kepala Kampung Biduk-biduk Nomor 2 Tahun 2011. Pemerintah Kabupaten Berau juga memandang perlu upaya pelestarian kawasan dengan nilai konservasi tinggi ini melalui penetapan SK Bupati Berau No 290 Tahun 2013 tentang Penunjukan Kawasan Lindung dan Wisata Alam Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-biduk per tanggal 3 Mei 2013.

 

Akses ke Labuan Cermin dapat dicapai melalui jalan darat. Jarak Labuan Cermin Biduk-biduk ini ke ibu kota kabupaten Berau, Tanjung Redep adalah sekitar 280 km atau dapat ditempuh selama 6-7 jam perjalanan darat dengan menggunakan mobil atau sepeda motor. Jika berminat mengunjungi tempat ini, wisatawan dapat menggunakan angkutan taxi (plat hitam/travel) reguler dengan mengeluarkan biaya sebesar 200 ribu/orang. Di sekitar Labuan Cermin juga terdapat penginapan dengan kisaran harga antara 150rb hingga 250 ribu. Selamat mengunjungi kawasan Labuan Cermin, Biduk-Biduk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s