Taman di Atas Batu


Propinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebuah propinsi dengan taburan pulau-pulau yang indah. Propinsi yang dikenal dengan sebutan Flobamora ini bermukim ratusan Suku Bangsa. Flobamora adalah sebutan untuk empat pulau besar yang ada di wilayah ini. Pulau tersebut adalah Flores, Sumba, Timor, dan Alor. Salah satu fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia juga berada di wilayah Propinsi ini. Hal ini menunjukkan bahwa kepulauan ini pernah dihuni oleh manusia masa lalu dengan kebudayaannya. Bahkan di propinsi ini juga masih terdapat sosok makhluk melata raksasa yang dikenal dengan Komodo.

Ratusan Suku Bangsa yang tersebar di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Taburan berbagai suku bangsa tersebut bagai taburan tanaman bunga di sebuah taman. Suku bangsa dengan berbagai nilai, sistem sosial, perilaku manusia, dan artefaknya dapat saling berhubungan dan saling bekerja sama. Antar kelompok saling menghormati dan menghargai keberadaan yang lain. Terdapat kesepakatan bersama untuk saling berbagi.

Meskipun berada di atas hamparan gunung berapi di flores dan Tanah bebatuan di wilayah-wilayah lain, namun masyarakatnya memiliki cara tersendiri untuk bertahan hidup. Kegigihan, ketekunan, dan kecerdasan masyarakat wilayah ini tidak diragukan lagi. Ancaman gempa tektonik karena berada di titik pertemuan lempeng bumi juga dapat diantisipasi oleh manusia yang mendiami di wilayah propinsi ini.

Peradaban masyarakat di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur bisa dikatakan sudah tinggi sejak sangat lama. Pembuatan kain tenun tangan bukanlah peradaban yang rendah. Motif dan warna yang berbeda setiap suku, dan diciptakan dengan ketrampilan tangan membutuhkan pemikiran dan keahlian yang luar biasa. Kita bisa membayangkan, seandainya pembuatannya dengan mesin, maka ilmu dan keahlian yang diwariskan belum tentu bisa bertahan lama. Proses pembuatan kain tenun tersebut juga mengajarkan nilai ketekunan, kesabaran, keindahan, kejujuran, dan kreatifitas yang luar biasa.

Berbagai karya bebahan lontar yang tumbuh di berbagai wilayah di propinsi ini membuktikan kreatifitas yang luar biasa. Berbagai naskah lama berbahan baku daun lontar yang ditemukan di wilayah ini juga membuktikan tingginya peradaban masyarakatnya. Alat musik, alat rumah tangga, makanan, kesenian, perlengkapan upacara, dan sebagainya menunjukkan bahwa masyarakatnya mampu berkarya luar biasa.

Mahakarya-mahakarya yang ada di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur saat ini berada di sisi yang kurang menguntungkan. Hal ini sangat perlu diajarkan kepada generasi penerusnya, sehingga dapat terus berkembang. Pelestarian tidaklah cukup hanya memajangnya dalam bingkai dan menyimpan rapat-rapat dalam lemari kaca. Pelestarian membutuhkan kesadaran semua pihak untuk menjaga, meneruskan, dan mengembangkannya. Sehingga mahakarya-mahakarya tersebut dapat bersanding dengan mahakarya peradaban lain di berbagai belahan dunia. Semoga tulisan kecil ini bisa menjadi bumbu inspirasi bagi kita semua untuk mengembangkan peradaban yang telah maju ini.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s