Mewaspadai Kenyamanan dan Keberhasilan


Kota Surakarta, dalam beberapa dekade terakhir mengalami pertumbuhan pembangunan yang pesat. Kemajuan yang didorong oleh pelaksanaan program-program inovatif oleh Pemerintah Kota Surakarta. Seperti Program Kesehatan Masyarakat Surakarta, Penataan Pedagang Kaki Lima, Sekolah Plus, Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta, Pembangunan pasar-pasar tradisional, Pembangunan taman kota, Pembangunan Surakarta Techno Park, Penataan kawasan bantaran sungai, branding kota melalui berbagai event nasional maupun internasional di Kota Surakarta, Pengadaan sepur kluthuk dan bus tingkat, Pembangunan Citywalk, Perbaikan layanan angkutan masal melalui Batik Solo Trans, dan masih banyak lagi program pembangunan yang sudah dilaksanakan.

Namun, penting bagi masyarakat Kota Surakarta untuk tetap “eling lan waspada” terhadap kemajuan dan keberhasilan yang sudah diraih. Karena kemajuan dan keberhasilan tersebut tentunya sudah memberikan kenyamanan, maka jangan sampai membuat kita menjadi terlena. Jangan sampai menjadikan kita kurang waspada terhadap perkembangan kondisi pembangunan Kota Surakarta ke depan. Jangan sampai kenyamanan yang diterima tersebut justru membuat masyarakat berada dalam ketergantungan. Ketergantungan akan membuat masyarakat tidak mampu mengatasi perubahan global yang terjadi.  Ketergantungan akan membuat masyarakat tidak berdaya memenuhi kebutuhannya sendiri. Kita tetap harus berpikir bersama untuk menjadi lebih maju. Kemajuan dan keberhasilan tersebut sudah seharusnya dipertahankan atau bahkan ditingkatkan dari waktu ke waktu untuk pencapaian keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kota Surakarta.

Mari kita belajar dari sejarah yang pernah terjadi di Kota Surakarta. Yaitu, Karaton Kasunanan Surakarta pada masa Sri Susuhunan Pakubuwana X  dan Mangkunegaran pada masa KGPAA Mangkunegara IV. Kemajuan pesat dan keberhasilan pembangunan banyak dilakukan. Inovasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi maju. Berbagai program pemerintah banyak dirasakan oleh masyarakat. Seperti pembangunan berbagai sarana publik, pembangunan berbagai sarana industri, dan lain sebagainya. Namun, pasca kemajuan itu, pada periode berikutnya terjadi kondisi “kemunduran”.  Kondisi tersebut banyak dipengaruhi oleh perubahan kondisi global. Perubahan kondisi global yang terjadi mengakibatkan berkurangnya pendapatan negara dalam jumlah besar. Sedangkan di sisi lain pemerintah harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Biaya tersebut digunakan untuk mempertahankan program-program yang sudah dilaksanakan dan membayar kewajiban negara. Sehingga mau tidak mau pemerintahan periode berikutnya harus menanggung beban yang sangat tinggi. Jangankan membuat program yang lebih maju dari periode sebelumnya, untuk “sekedar” bertahan dengan program-program yang sudah dilaksanakanpun sangat berat. Banyak aset yang akhirnya dijual untuk menutupi beban anggaran yang dibutuhkan. Pada akhirnya dipandang telah terjadi “kemunduran” dalam pengelolaan pemerintahan. Kondisi pemerintahanpun dianggap lebih buruk dibandingkan pada masa sebelumnya.

Meskipun berbeda bentuk pemerintahan dan sistem politik antara sejarah di atas dan sekarang, namun terdapat pelajaran yang cukup penting di dalamnya. Pelajaran penting dari catatan sejarah yang terjadi di Kota Surakarta di atas adalah kewaspadaan terhadap kemajuan dan keberhasilan yang sudah dicapai.  Kewaspadaan ini perlu dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah Kota Surakarta. Agar kejadian sebagaimana pernah terjadi tersebut dapat diantisipasi dan tidak terulang lagi. Sehingga Kota Surakarta semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera sepanjang waktu. Dan kondisi “kemunduran” dapat kita hindari.

Kiranya masyarakat Kota Surakarta saat ini perlu bersama-sama melihat beberapa kondisi program-program yang sudah dilaksanakan. Sehingga masyarakat bisa ikut memikirkan keberlanjutan program-program tersebut. Sebagai contoh misalnya kondisi semua taman yang sudah dibangun dan biaya perawatannya, kondisi city walk dan peruntukannya, kondisi sepur kluthuk atau bus tingkat dan biaya perawatannya, kondisi pasar tradisional dan peningkatan pendapatan pedagangnya, kemajuan perbaikan layanan angkutan BST, kemajuan penataan PKL, kemajuan pelaksanaan pemenuhan hak kesehatan melalui PKMS, kemajuan pelaksanaan pemenuhan hak pendidikan masyarakat melalui program BPMKS, kemajuan pelaksanaan pemenuhan hak perumahan warga melalui pembangunan Rumah Susun, dampak event-event berskala nasional dan internasional terhadap perbaikan ekonomi masyarakat, dan pelaksanaan program-program yang lainnya.

Evaluasi secara menyeluruh dengan melibatkan masyarakat merupakan salah satu upaya dalam mengantisipasi terjadinya “kemunduran pembangunan”.   Pelibatan masyarakat yang dilaksanakan selama ini baru sampai tahapan perencanaan dan (sebagian) pelaksanaan program. Sementara proses evaluasi yang diselenggarakan belum optimal dan belum menghasilkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti. Pelibatan masyarakat dalam semua tahapan akan menjadikan “rasa handarbeni dan melu hangrungkebi” masyarakat terhadap program tersebut muncul. Sehingga ketika pengelolaan program diserahkan kepada masyarakat atau swasta, output dan outcomenya tidak mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Perlu dimulai upaya memperbanyak program peningkatan kemandirian dan keberdayaan masyarakat di segala bidang oleh pemerintah. Baik ekonomi, sosial, politik, maupun budaya. Kemandirian dan keberdayaan masyarakat merupakan antisipasi terhadap perubahan global yang akan terjadi. Semakin kuat masyarakat, maka pemerintah atau Negara juga akan semakin kuat. Kemandirian dan keberdayaan masyarakat akan mengurangi ketergantungan terhadap kekuasaan global. Pengikisan ketergantungan terhadap kekuasaan global ini searah dengan konsep Trisakti yang pernah disampaikan oleh Presiden RI Pertama Ir. Soekarno yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya.

“Eling” terhadap niat bekerja dan mengabdi kepada kepentingan masyarakat bukan untuk menguasai masyarakat dengan dominasi kekuasaannya. Dominasi kekuasaan, merupakan kondisi ketidakseimbangan yang terjadi dalam masyarakat. Dominasi kekuasaan juga memunculkan kondisi nyaman bagi pihak yang berkuasa. Tidak jarang kondisi nyaman tersebut akan dipertahankan dengan segala cara. Jika hal tersebut tidak segera disadari, justru akan menanam bom waktu kehancuran. Menyadari keberadaan banyak pihak dengan semua perbedaannya dalam membangun sebuah wilayah merupakan salah satu upaya mengikis rasa ingin mendominasi. Di samping itu, perlu juga dibangun kesadaran bersama bahwa kemajuan dan keberhasilan yang dicapai bukanlah prestasi satu pihak saja, namun atas kerjasama banyak pihak.

Namun semua pilihan akan dikembalikan kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Surakarta. Apakah akan menunggu meledaknya “bom waktu kemunduran” atau mencapai kemajuan dan keberhasilan yang terus menerus demi tercapainya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera? Tulisan ini hanya mencoba mengingatkan kita bersama bahwa keadaan yang perlu diwaspadai bersama adalah keadaan pasca kenyamanan. Kita akan mencegah terjadinya kondisi yang tidak diinginkan atau membiarkan terjadinya keadaan yang dapat kita perkirakan.

2 responses to “Mewaspadai Kenyamanan dan Keberhasilan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s