Terorisme dan Korupsiisme


Kesannya dipaksakan ketika menyandingkan dua kata tersebut. Kelihatannya sangat berbeda dan tidak berhubungan. Namun jika kita renungkan ada beberapa kesamaan terhadap hal-hal yang mengikutinya. Pertama, keduanya menimbulkan kesengsaraan bagi warga masyarakat. Kedua, keduanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ketiga, keduanya tidak memiliki kode etik atau tidak tunduk pada tatacara tertentu seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban yang acak, sebagian besar korbannya masyarakat sipil. Keempat, keduanya oleh PBB ditetapkan menjadi extraordinary crime. Sehingga keduanya membutuhkan penanganan secara khusus dan  oleh petugas khusus. Kelima, keduanya bisa menjangkiti siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Baik dalam skala kecil maupun besar. Keduanya berpotensi tumbuh dalam setiap manusia.

Terorisme mempunyai tujuan untuk membuat orang atau kelompok  lain merasa ketakutan sehingga dengan demikian dapat menarik perhatian orang, kelompok atau suatu bangsa. Perbuatan teror digunakan apabila tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh untuk melaksanakan kehendaknya. Terorisme digunakan sebagai senjata psikologis untuk menciptakan suasana panik, tidak menentu serta menciptakan ketidak percayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dan memaksa masyarakat atau kelompok tertentu untuk mentaati kehendak pelaku. Sedangkan korupsi mempunyai tujuan untuk memperkaya diri sendiri atau anggota kelompok tersebut tanpa menimbulkan perhatian orang lain.

Alasan yang memicu terjadinya teror bisa bermacam-macam. Bisa karena kesenjangan akses ekonomi, kesenjangan akses informasi, kesenjangan akses komunikasi, maupun kesenjangan akses politik. Salah satu penyebab terjadinya kesenjangan-kesenjangan tersebut diakibatkan karena terjadinya korupsi. Secara sederhana dapat digambarkan bahwa korupsi yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terlah menyebabkan terjadinya kerugian dalam sebuah kelompok, atau negara. Terjadinya kerugian tersebut mengakibatkan adanya kekurangan sumber daya untuk didistribusikan pada kelompok atau negara tersebut. Kekurangan sumber daya tersebut mengakibatkan kesenjangan pendapatan pada orang-orang yang ada di dalamnya. Kesenjangan tersebut akan memicu sebagian orang dalam kelompok atau negara itu untuk menyampaikan ketidaksepakatannya melalui tindakan teror. Selain karena sumber daya, tindakan teror juga bisa terjadi karena adanya kesenjangan politik, komunikasi, dan juga kesenjangan informasi.

Bagaimana mengatasinya? Teror merupakan kejadian yang memerlukan perhatian khusus dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus dilakukan secara komprehensif melalui berbagai bidang. Keinginan untuk melakukan teror, sebagaimana korupsi juga, disadari atau tidak hampir pasti selalu ada dalam setiap manusia. Hal tersebut tidak bisa dihilangkan, namun bisa dikendalikan. Yang harus dilakukan adalah meminimalkan munculnya keinginan melakukan teror. Sederhananya, sejak manusia lahir hingga menjelang ajal, harus dilakukan upaya tersebut.

Negara sebagai institusi yang diberikan mandat untuk mengatur hubungan antar warganya, mengatur alur distribusi secara adil, dan memperjuangkan kesejahteraan warganya harus mampu meminimalkan kesenjangan-kesenjangan tersebut terjadi. Pemahaman terhadapa upaya meminimalkan kesenjangan-kesenjangan tersebut seharusnya menjadi pemahaman bersama semua warga negara. Sehingga  munculnya teror akan dapat diminimalkan. Pun demikian halnya dengan korupsi.

Jangan terjebak dalam memahami memaknai arti dari teror dan korupsi dalam arti yang sempit. Bahwa teror tidak identik dengan bom, bahwa korupsi tidak identik dengan uang. Jika terjebak dalam penyempitan makna tersebut. Bukan tidak mungkin masing-masing dari kita juga sedang melakukan apa yang sedang dihindari.

 

Tulisan ini disajikan untuk Buletin Himpunan Mahasiswa Sosiologi UNS

2 responses to “Terorisme dan Korupsiisme

    • siap. siap. siap?! awali dari diri sendiri… awali dari sekarang… dan awali saat ini… (MQ banget…) untuk pejamkan itu silahkan buka tautan di blog ini atau di setyodwiherwanto.blogspot.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s